Selasa, 10 Oktober 2017

Cara Mudah Memasang Relay Klakson

Memasang relay klakson sebenarnya tak semudah yang dipikirkan. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk hal tersebut, bahkan bisa dibilang cukup sulit untuk melakukannya. Ada berbagai cara untuk dilakukan, dan ada beberapa alat  yang harus disediakan terlebih dahulu sebelum melakukan pemasangan relay klakson pada motor. Bahan-bahannya seperti Socket Relay + terminal konektor, Relay 4 kaki , Fuse Box  + terminal konektor, Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya, misalnya 10 Ampere, Kabel tebal serabut diameter 5mm, Terminal Ring 10mm. Bahan-bahan seperti itu harus ada untuk 4 kaki. Cara memasangnya pun ada 2 macam system, yaitu dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negative. Biasanya system yang dikontrol oleh tegangan negative menggunakan 2 kabel yang dimana satu kabel tersebut untuk positif dan satu lagi ke saklar pengontrol. System yang dikontrol oleh tegangan positif biasanya menggunakan satu kabel saja dari saklar pengontrol, dan kabel satunya lagi mengambil negative dari ground body.

Yang pertama system negative terlebih dahulu. Untuk memasangnya, kaki relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu). Kedua, kaki relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang). Ketiga, kaki relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A). keempat, kaki relay nomor 86 menuju salah satu kabel klakson (B). Harus diketahui terlebih dahulu, pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya. Kemudian dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan nomor yang ada pada kakinya sebelum memasang. Diingatkan lagi, sebelum memasang harus diperhatikan nomor yang ada pada kakinya.

Kemudian pada system positif. Pertama yang terlebih dahulu, kabel standar yang menuju klakson dipotong, untuk bagian atas beri kode A, dan bagian yang menuju klakson beri kode B. kemudian kaki relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu). Kedua, kaki relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang). Ketiga, kaki relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A). Keempat, kaki relay nomor 86 dihubungkan ke body motor (negatif/ground). Perlu diingatkan sekali lagi, dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan nomor kakinya, sebelum memasang! Sekali lagi, sebelum memasang klakson diharapkan perhatikan nomor kakinya. Selain untuk klakson, untuk pemasangan lampu tambahan juga atau merubah lampu ke daya lebih besar dari sebelumnya juga memiliki cara yang sama seperti cara memasang klakson tadi. Manfaat-manfaat yang di dapat dengan menggunakan rangkaian relay ini yaitu klakson akan bersuara lebih lantang atau lebih keras dari sebelumnya, jika memasang lampu juga lampu tersebut akan menyala lebih terang. Dan juga saklar kalkson atau lampu (jika dipasang) akan lebih awet dari sebelumnya.

Hal seperti ini dapat dilakukan oleh seseorang yang pernah berpengalaman atau seseorang yang ahli dalam hal seperti ini. Bagi seorang pemula, hal seperti ini akan sulit untuk dilakukan, disarankan untuk memasang relay ini bersama seseorang yang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya. Dengan cara seperti itu, selain belajar dari ahlinya, akan bisa mengerti apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan dalam memasang relay klakson.



Tips cara pasang relay klakson lainnya, http://www.gilamotor.com/2017/04/cara-pasamg-relay-klakson-motor/


Trik Ampuh Mengecat Motor Yang Benar

Cara mengecat motor yang baik dan benar itu harus tahu terlebih dahulu tahu apa saja bahan atau alat yang dibutuhkan. Bahan yang harus ada yaitu amplas, dempul, epoxy, tinner, cat, clear coat, kompon atau kit. Kemudian alat-alat yang digunakan seperti kompresor angin, selangan angin dan sped cat. Itu semua bahan dan alat harus ada dan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memulai mengecat motor. Jika sudah ada bahan dan alat tersebut, baru boleh mengecat motor. Untuk mengecatnya pun tak susah, sangat mudah dilakukan. Apalagi seseorang yang ahli dalam hal ini, pastinya sudah hapal sekali dengan seluk beluk untuk mengecatnya, bahkan bisa cepat jika dilakukan oleh para ahli seperti ini.

Untuk langkah pertama, yaitu gunakan amplas terlebih dahulu. Untuk tahap pengamplasan ini, gunakanlah kertas amplas yang sesuai agar permukaan yang akan di cat nantinya menjadi lebih halus dari sebelumnya. Dan biasanya untuk pengamplasan bodi yang berbahan palstik cukup menggunakan ukuran amplas 400 atau 460 saja, bila berbahan besi atau kaleng cukup gunakan amplas dengan ukuran 200 atau 180 saja. Kemudian langkah kedua, yaitu penyemprotan epoxy. Epoxy ini harus dicampur dengan tinner dan campurannya disesuaikan. Jangan terlalu encer atau jangan terlalu kental, secukupnya saja atau sedang-sedang saja, diantara encer dan kental. Epoxy ini berfungsi untuk menutupi pori-pori agar yang dicat semakin halus dan merata. Biasanya setelah melakukan penyeprotan epoxy merata serta kering, ada saja pori-pori yang tidak tertutup. Itu dikarenakan permukaannya yang kurang rata, akibatnya lecet yang dalam atau bekas goresan yang dalam terhadap permukaan bodi, sejata pamungkasnya adalah menutup pori-pori tersebut dengan dempul.

Setelah didempul kemudian mongering, lakukan pengamplasan kembali hingga halus dan merata. Kemudian semprotkan kembali epoxy sampai merata dan dempul tertutup kembali dengan epoxy tadi. Setelah penyemprotan epoxy kedua tadi ini selesai dan mendapatkan hasil yang diinginkan, halus dan merata, panaskan hasil semprotan tadi hingga kering. Usahakan harus benar-benarn kering. Biasanya ditunggi hingga satu hari sampai besok baru dilanjut dengan langkah berikutnya.
Lalu langkah berikutnya setelah melakukan penyemprotan epoxy, kini melanjutkan ke langkah penyemprotan dasar cat. Sebelum itu cat harus dicampur dengan tinner juga, dan tinnernya pun harus disesuaikan. Sama seperti epoxy tadi, jangan terlalu kental dan janga terlalu encer, yang  bisa sedang-sedang saja atau diantara kental dan encer baru setelah itu menyemprotkan cat yang sudah dicampur dengan tinner tadi. Kemudian langkah keempat, setelah cat dasar tadi mongering, bisa langsung ke penyemprotan clear, untuk clear ini ada dua (2) campuran. Yang pertama obat clearnya dan tinner, untuk ukuran campurannya saja disesuaikan, tidak kental maupun tidak encer. Setelah clear disemprotkan, diusahakan keringkan semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang diinginkan, memuaskan dan maksimal.

Kemudian langkah kelima, langkah terakhir, yaitu mengompon atau mengoles. Sebenarnya ini tak perlu dilakukan kalau hasil cat terhindar dari debu dan masih bersih, mengoles ini sebenarnya berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa debu yang menempel, jika tak ada debu tak perlu dipoles. Tetapi jika ingin tetap dipoles juga tak masalah. Itulah cara atau langkah untuk mengecat motor sendiri, selain hemat, pasti akan tahu mana yang harus dicat atau tidak. Biasanya ada yang bisa langsung melakukannya dan ada yang masih kurang bisa untuk melakukan hal seperti ini. Perlu diingatkan lagi bahwa pekerjaan seperti ini hanya orang yang benar-benar Trikahli dalam bidang ini yang bisa melakukan.

Lihat cara mengecat motor lainnya,   http://www.gilamotor.com/2017/04/cara-mengecat-motor-jangan-lupa-siapkan-ruangannya/






Cara Mudah Memasang Relay Klakson

Memasang relay klakson sebenarnya tak semudah yang dipikirkan. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk hal tersebut, bahkan bisa dibilang cuk...